Miris.. Orang Tua Murid SMP Negeri 1 Cisalak Subang Keluhkan Harus Bayar Buku Modul LKS Tiap Semester
-->

Advertisement Adsense

Miris.. Orang Tua Murid SMP Negeri 1 Cisalak Subang Keluhkan Harus Bayar Buku Modul LKS Tiap Semester

60 MENIT
Selasa, 21 Januari 2025

Tampak kampus SMPN-1 Cisalak Subang (tim)


60MENIT.co.id, Subang | Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 cisalak Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang diduga melakukan praktik jual beli buku Lembar Kerja Siswa modul/LKS kepada peserta didiknya, Senin 20/01/2025.


Sekolah tersebut diduga mewajibkan siswanya untuk membeli buku modul/LKS dengan harga Rp 220 ribu rupiah per paket dengan isi 11 buku mata pelajaran.


Salah seorang orang tua murid yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan saat anaknya meminta uang untuk membayar LKS ia tidak berpikir panjang karena itu untuk kepentingan anaknya belajar.


"Saya nanya sama temen-temennya juga sama begitu harus beli juga, diwajibkan, karna kalo tidak beli ketinggalan pelajaran," ucapnya, "Terus saya baca-baca peraturan, liat di medsos di aturan juga memang buku itu gratis," imbuh orang tua murid tersebut.


Dadan, Wakil Kepala Sekolah SMPN-1 Cisalak Kabupaten Subang.


Lebih lanjut ia menyinggung soal Dana Bos yang digelontorkan oleh pemerintah untuk biaya pendidikan di Sekolah Negeri, jika untuk mendapatkan buku modul /LKS saja siswa harus mengeluarkan kocek sendiri, terus Anggaran dari dana bos untuk buku di kemanakan? kalo masih harus beli bukunya.


Menurut dia harga buku modul /LKS Rp 220 ribu rupiah sangat memberatkan, bayangkan saja 1000 lebih murid di Sekolah SMPN-1 Cisalak di kali 220 ribu rupiah, wow per tiap semester, meski begitu ia pasrah karena kata dia kalau menolak takut berdampak pada belajar anaknya di sekolah.


"Dengan berat hati saya bayar Rp 220 ribu untuk sepaket 11 buku sebab yang lain juga sama dipintain Rp 220 ribu," jelasnya.


Saat di konfirmasi awak media ke Sekolah SMPN-1 Cisalak, kepala sekolah, Ruhdin Hidayat tidak ada.


Rangkaian Buku LKS yang dijual belikan pihak Sekolah.


"Beliau lagi rapat di Subang kalo tadi pagi-pagi ada pak," kata scurity yang ada wakasek Dadan. 


Awak media lngsung menemui ke ruangan Wakasek Pak Dadan, ia mengatakan kalo nanya masalah itu harus langsung ke Pak Kepala, karena kita tidak tau takut salah ngomong.


"Cuma setau saya anak-anak yang tidak mampu anak yatim piatu digratiskan pak, terus tidak diwajibkan harus beli buku modul, tidak beli juga tidak apa-apa, buku dititipkan di warung sekolah karena di sini tidak ada koprasi, soalnya setau saya buku dititipkan di warung sekolah dari yang ngesub buku langsung dititipkan di warung sekolah, yang ngesubnya Pak Parno sering dipanggil Mas Parno dari Subang, kalo saya paling ngontrol isi materinya saja takut ada yang salah, jika ada yang salah kita kembalikan lagi," ucap Dadan Wakasek 


Sampai berita ini diterbitkan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 cisalak belum memberikan penjelasan meski telah dihubungi via WA / selulernya.


( TIM )